Tampilkan postingan dengan label TN AL. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label TN AL. Tampilkan semua postingan


  • Kapal RI Bisa Kacaukan Radal Kapal Perang AS
    Kapal korvet kelas Sigma, KRI Frans Kaisiepo-368

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mempercanggih kekuatan kapal perang milik Indonesia untuk menjaga daerah perbatasan perairan dengan negara tetangga. Bahkan salah satu jenis kapal perang yang dimiliki Indonesia, dikabarkan dapat melakukan jamming atau mengacaukan radar kapal perang Amerika Serikat (AS).

    "Setahu saya kapal kita yang baru, Sigma, mampu menge-jam radar kapal perangnya Amerika (AS)," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Hayono Isman yang ditemui usai acara diskusi di Sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Jakarta, Ahad (20/5).

    Hayono menambahkan informasi tersebut ia dapatkan dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL). Menurut KASAL TNI, tambahnya, kapal perang jenis korvet kelas Sigma sudah mampu mengacak atau mengacaukan sistem radar kapal perang milik AS yang sedang berdekatan.

    Ia pun meminta agar TNI AL dapat mengecek kembali kemampuan kapal perang tersebut sejauh mana kebenarannya. Kalau pun benar, ia pun menyatakan kebanggaannya jika kapal perang milik Indonesia dapat mengacaukan sistem radar kapal perang milik AS.

    "Ini menunjukkan kemampuan alutsista (alat utama sistem senjata) TNI kita. Kalau teknologinya kelas 2 dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, bagaimana negara kita bisa berdaulat di perbatasan," tegasnya.
     
     
    sumber : REPUBLIKA

  •  

    BATAM - PT Palindo Marine Shipyard pembuat Kapal Cepat Rudal (KCR) pesanan TNI AL, rencananya secara resmi baru akan meluncurkan KRI Kujang-642 pada November 2012. KCR ini rencananya bakal digunakan untuk patroli TNI AL di wilayah Armada Barat, mengingat kapal berdimensi sedang ini mampu menembus perairan dangkal diantara pulau.

    KCR Kujang memiliki spesifikasi relatif sama dengan KCR Celurit yang juga dirakit Palindo dan telah diluncurkan oleh Menteri Pertahanan awal tahun 2012.

    $ Kapal buatan PT Palindo itu memiliki panjang 44 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot. Kapal sepenuhnya dikerjakan oleh putra-putri Indonesia.

    Kapal itu dilengkapi sistem persenjataan modern (Sewaco/Sensor Weapon Control), di antaranya meriam kaliber 30mm enam laras sebagai sistem pertempuran jarak dekat (CIWS) dan peluru kendali dua set Rudal C-705.

    Bagian lambung terbuat dari baja khusus yang bernama High Tensile Steel. Baja ini diperoleh dari PT Krakatau Steel. Kapal dengan sistem pendorong fixed propeller lima daun itu juga dilengkapi dua unit senapan mesin kaliber 20 mm di anjungan kapal.

    Kapal itu merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang berfungsi menghancurkan target dalam sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dengan cepat.

    Sumber : ANTARANEWS.COM

  • SURABAYA - Komandan Pusat Latihan Kapal Perang (Puslatkaprang) Koarmatim, Letkol Laut (P) Imam Teguh Santoso (kanan), melihat tampilan pengoperasian Simulator yang menyajikan pertempuran laut di monitor LCD di ruang kontrol Latihan Dalam Dinas (LDD) Puslatkaprang Koarmatim, Surabaya, Jumat (8/7).

    Keberadaan Puslatkaprang Koarmatim tersebut, untuk melatih unsur-unsur kapal perang Koarmatim, sebelum melaksanakan kegiatan operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang, dalam rangka penegakan hukum dan kedaulatan NKRI. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/mes/11




  • Sejumlah pesawat heli milik Skuadron Udara 400 Wing Udara-1 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal), melakukan Fly Fast di atas kawasan sekitar Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Surabaya, Selasa (14/6). Fly fast tersebut dalam rangka persiapan peringatan HUT Penerbangan TNI AL Ke-55. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/11)

    15 Juni 2011, Surabaya (SINDO): Delapan helikopter jenis Colibri, Bolkow dan NBell-412, kemarin bersaing dengan deru pesawat komersial di Juanda. Pesawatpesawat itu lantas membentuk formasi anak panah mengelilingi podium yang disediakan di Apron Hanggar Lanudal Juanda.

    Ada apakah gerangan? Pesawat milik Pusat Penerbangan TNI AL ini sedang berlatih serius dalam rangka peringatan Hari Penerbangan ke-55 yang akan digelar Jumat (17/6) nanti. Setidaknya 30 pesawat berbagai jenis akan memeriahkan peringatan itu. Bisa dikatakan kami telah siap 80% dan saat HUT berlangsung semua sudah 100%,” jelas Wakil Ketua HUT Penerbangan TNI AL 2011 Mayor Laut (P) CN Ardiantoro di sela-sela geladi HUT ke-55 Penerbangan TNI AL di Lanudal Juanda.


    Sejumlah pesawat heli milik Skuadron Udara 400 Wing Udara-1 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal), melakukan Fly Fast di atas kawasan sekitar Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Surabaya, Selasa (14/6). Fly fast tersebut dalam rangka persiapan peringatan HUT Penerbangan TNI AL Ke-55. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/11)

    Skenario formasi pesawat udara akan diawali sebuah helikopter Bolkow BO-105 pembawa banner bertulis, Dirgahayu Penerbangan TNI AL ke-55. Menyusul kemudian flypass Gurita Flight yakni delapan helikopter jenis Colibri, Bolkow dan NBell-412. Baru setelah itu empat pesawat latih jenis Tobago Flight (Tobago TB- 10) terbang dalam formasi diamond.

    Tak lama kemudian menyusul 10 deretan pesawat Nomad Flight (Nomad N-22/24) dalam formasi anak panah.Formasi udara ini sembilan pesawat Casa Flight (Casa NC- 212) dalam formasi delta melintas di depan podium.Atraksi diakhiri dengan Bomburst Nomad Flight dari arah utara menuju selatan dengan ketinggian 500 kaki.

    Selain itu, adapula aksi dropping pasukan menggunakan metode fastrope dan rappeling oleh 14 personel pasukan dengan menggunakan dua Helikopter jenis Nbell-412. Mereka akan meluncur dari helikopter dengan tali untuk melakukan penyelamatan. Dalam HUT Penerbangan TNI AL ini juga disematkan Brivet Kehormatan Penerbang pada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno. ”Ini menjadi tradisi karena Kasal bukan dari penerbang sehingga akan diberi Brivet Kehormatan Penerbang,” jelas Mayor Ardiantoro.

    Sumber: SINDO