-
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaiseipo – 368 dengan Komandan Letkol Laut (P) Yayan Sofyan, S.T. mendapat predikat “The Most Impresice Ship” dalam Multilateral Exercise Kakadu 2012 yang diikuti oleh 18 Kapal Perang dari berbagai Negara Asia Pasifik. Predikat tersebut berhasil diraih karena seluruh serial latihan dapat dilaksanakan dengan menakjubkan. Hal ini disampaikan melalui surat resmi dari Fleet Commander Royal Australian Navy (RAN) kepada Mabesal dan menjadi juara 1 dalam “Event Sport Day Kakadu”.
Latihan Kakadu merupakan latihan bersama dua tahunan. Latihan ini dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama antarnegara di Asia Pasifik, sehingga diharapkan dapat mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik.
Sedangkan dalam Event Latihan Bersama (Latma) Sea Eagle, KRI Frans Kaiseipo – 368 menjadi juara umum dan berhak membawa piala bergilir Eagle Cup. Latma Sea Eagle 2012 merupakan latihan Bilateral antara TNI Angkatan Laut dengan Republic Singapore of Navy (RAN) yang digelar setiap dua tahun sekali.
Penyerahan Piala Kakadu dan Eagle Cup diserahkan oleh komandan KRI FKO kepada Pangarmatim pada saat apel khusus di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya (Kamis, 030113) -
KEPALA Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya TNI Marsetio mengungkapkan TNI AL perlu melakukan penyesuaian untuk menjawab perkembangan lingkungan strategis yang dinamis dan sulit diprediksi seperti yang terjadi saat ini. Menurutnya, kondisi ini berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan tugas dan pembangunan TNI AL. Karenanya TNI AL terus berupaya untuk memenuhi Minimum Essential Forces (MEF) alat utama sistem senjata (alutsista).
Kondisi yang dimaksud Marsetio seperti perkembangan situasi kawasan regional tentang Laut China Selatan, penyelesaian wilayah perbatasan yang berpotensi konflik, dan situasi kondisi nasional terkait perkembangan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Marsetio yang baru saja dilantik menjadi KSAL berkomitmen melanjutkan kebijakan yang telah digariskan oleh KSAL yang lama Laksamana TNI Soeparno sesuai visi TNI AL, Panglima TNI dan arahan Presiden SBY.
"Terwujudnya TNI AL yang handal dan disegani sesuai dengan perkembangan strategis dan kebijakan komando atas. Prioritas pembangunan TNI AL guna mendukung TNI AL yang handal dan disegani, antara lain, meneruskan validasi organisasi, modernisasi alutsista melalui pengadaan, revitalisasi, rematerialisasi, relokasi dan penghapusan guna mencapai percepatan Minimum Essential Force (MEF),"kata Marsetio dalam acara Pisah Sambut Kepala Staf Angkatan Laut di Mabes TNI AL Jakarta, Rabu (2/01).
Dalam mewujudkan MEF dilakukan melalui peningkatan kemampuan mobilitas TNI AL, peningkatan kemampuan satuan tempur (stiking force) dan penyiapan pasukan siaga (standby force). "Untuk penanganan bencana alam, tugas-tugas perdamaian dunia dan keadaan darurat lainnya,"ujarnya.
Pembangunan MEF ini diimplementasikan dalam tiga renstra hingga tahun 2024 dengan proyeksi pada pencapaian MEF yang mencakup organisasi, personel dan alutsista sesuai dengan alokasi anggaran pertahanan. Sementara percepatan pencapaian MEF di bidang alutsista diprioritaskan pada penggantian alutsista yang kondisinya tidak layak pakai, serta pemenuhan kebutuhan untuk pelaksanaan tugas-tugas mendesak. -
Mendekati akhir perjalanan keliling dunia KRI Dewaruci 2012 saat ini (5/9) berada di perairan Teluk Aden Somalia yang sangat sarat dengan perompakan dilaut. Untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak di inginkan Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto memerintahkan kepada seluruh prajuritnya agar meningkatkan kewaspadaan selama kapal melewati daerah rawan perompakan tersebut.

KRI Dewaruci
Dari pelabuhan Jeddah berbagai persiapan telah dilakukan, antara lain penambahan sarana stelling / perlindungan berupa 200 sak pasir yang di beli dai Jeddah , kemudian di susun berlapis di beberapa tempat yang dianggap rawan ( haluan, lambung kiri/ kanan , buritan dan geladak isyarat ) . Pembekalan pengetahuan persenjataan / penyegaran penguasaan berbagai type senjata yang akan di gunakan saat peran jaga perang kepada seluruh prajurit oleh Lettu Laut (P) Hairul Aziz perwira dari Satuan Pasukan Katak Koarmatim di bantu oleh dua anggotanya yang kebetulan mengikuti pelayaran kali ini.
Pembekalan pengenalan berbagai macam senjata yang akan dipergunakan meliputi senjata GPMG kaliber 7,62 mm, MINIMI kaliber 5,56 mm, SSI-SPG kaliber 5,56, STAYER kaliber 5,56 dan AK-47 kaliber 7,62 kesemuanya di sampaikan secara singkat dan jelas.
Pada jam 14.00 (03/9) kapal mulai memasuki perairan Teluk Aden Somalia, diposisi 12 ͦ . 11’ 50” U dan 043 ͦ. 58’ 13’’T kapal sudah pada posisi rawan perompakan. Oleh karena itu di berlakukan peran jaga perang lambung kiri/ lambung kanan. 77 prajurit yang berada di kapal mulai dari Komandan hingga pangkat terakhir tidak luput dari tugas yang mulia ini.
Dua devisi penjagaan di bentuk mengahadapi ancaman yang mungkin akan dihadapi. Devisi satu di pimpin langsung oleh Dan KRI DWR dengan 37 prajurit ( 7 Pwa, 11 Ba dan 19 Ta) siaga penuh Lambung Kanan kapal mulai jam 06.00 hingga 12.00 dan jam 18.00 hingga 24.00 dengan persenjataan 14 AK 47 yang di operasikan oleh Prajurit KRI. Sementara itu di geladak isyarat di tempatkan senjata yang di operasikan oleh prajurit Kopaska antara lain senjata GPMG, MINIMI, SSI- SPG DAN STAYER.
Sedangkan Devisi dua di pimpin langsung oleh Palaksa KRI DWR May Laut (P) Osben Alibos Naibaho dengan 38 prajurit ( 7 Pwa, 11 Ba dan 20 Ta ) siaga di Lambung Kiri kapal mulai jam 12.00 hingga 18.00 dan jam 24.00 hingga 06.00 dengan persenjataan yang sama seperti devisi satu.
Peran Jaga perang berlangsung selama 2 hari sangat menguras tenaga para prajurit di kapal karena saat itu suhu udara sangat panas melebihi kota- kota sebelumnya yang pernah di singgahi selama pelayaran keliling dunia 2012.
Perjalanan KRI Dewaruci dari Jeddah menuju Oman dengan kecepatan kapal 7 Knots akan memakan waktu selama 8 hari, dua hari menelusuri Teluk Aden yang di apit oleh negara Yaman di lambung kiri kapal dan negara Somalia di lambung kanan kapal.
Peran jaga perang berakhir pada jam 16.00 (5/9) pada posisi 13 ͦ 50’ 20” U dan 050 ͦ. 39’ 00’’T .. Dengan keadaan aman tanpa gangguan maupun kontak dengan perompak- perompak Somalia , dan kapal pun melaju dengan tenang nenuju pelabuhan berikutnya di Oman. (Dispenarmatim) -
Setelah peluncuran secara resmi KCR Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran KRI Kelewang-625 pada tanggal 31 Agustus 2012 di galangan PT Lundin Banyuwangi, maka program selanjutnya untuk penyiapan KCR tersebut masuk ke jajaran TNI AL adalah pelatihan Calon Pengawak (Cawak) KRI Kelewang-625.

Pelatihan Calon Awak KCR Trimaran KRI Kelewang-625
Program pelatihan Calon Pengawak KRI Kelewang-625 secara resmi dimulai pada awal September bertempat di Galangan PT Lundin Banyuwangi. Pelatihan Calon Pengawak KRI Kelewang-625 ini diselenggarakan selama 14 hari yang diikuti oleh 33 personel calon pengawak KRI tersebut.
Sebagaimana diketahui, KCR Trimaran ini adalah jenis kapal pertama yang menggunakan teknologi komposit serta desain dengan bentuk tiga lambung serta peralatan sewaco yang modern yang akan dilengkapi oleh persenjataan meriam CIWS dan rudal C705.
KCR Trimaran KRI Kelewang-625
Pelatihan yang secara resmi dibuka oleh Dansatgas Yekda KCR Trimaran Kolonel laut (T) Heru Sriyanta di galangan PT Lundin ini akan berakhir pada pertengahan September dengan harapan setelah pelatihan tersebut para pengawak KRI Kelewang-625 dapat mengoperasikan dengan penanganan terbaik seluruh peralatan yang ada di kapal dengan baik,sehingga dapat memperpanjang usia pakai kapal mejadi lebih lama. (Dispenarmatim)
Sumber : Komaritim -
Dari pelabuhan Watusampu, dermaga Angkatan Laut di Palu, kapal perang KRI Hiu 804 meluncur pelahan. Angin laut yang membuai di teluk Sulawesi itu seakan meredam teriknya udara siang.

Foto dokumentasi kegiatan di KRI Hiu 804 (ANTARA)
Perjalanan ke arah Pantai Tanjung Karang Donggala, Sulawesi Tengah, ditempuh dalam dua jam.
Inilah tamasya yang sesungguhnya: kapal perang yang meluncur tanpa ketergesaan. Para penumpang dipersilakan menikmati eksotisme tebing-tebing di sekitar Palu. Mengirup hawa sejuk laut. Menyaksikan hamparan air laut sebening kaca.
Di geladak tingkat dua, pergelaran karaoke dengan organ tunggal disemarakkan para penyanyi amatir. Para amtenar dari pusat maupun daerah, laki-perempuan di atas umur 50 silih berganti unjuk kemampuan olah vokal. Mereka melantunkan lagu-lagu nostalgia, ya, selaras dengan usia mereka. Seorang ibu dengan bobot tubuh tak kurang dari 70 kilogram menembangkan "Rain and Tears" dari Demis Roussos.
Begitu lagu bernada sedih itu rampung, seorang bapak berambut putih menyambungnya dengan "Take My Hand for a While" gubahan Glen Campbell. Suara serak pak tua itu tampaknya menghibur pendengarnya yang berusia sebaya. Para ibu dan bapak yang melewati hidup lebih dari seabad itu ikut menggumamkan bait-bait melodramatis.
Barangkali karena tak merasa terbuai oleh lagu-lagu kenangan tempo dulu, segerombol wartawan hengkang dari ranah karaoke. Mereka menuruni anak tangga setinggi tiga meter menuju geladak tingkat satu di bagian haluan. Dari tempat ini, suara serak para penyanyi amatir ditelan angin laut. Yang terdengar hanya deru kapal yang dibuat PT PAL Indonesia pada 1995.
Kisah lucu Ambalat
Menyaksikan keindahan laut, teluk dan tebing pegunungan di Palu tak perlu berlama-lama. Bisa membosankan. Tak jauh dari kerumunan wartawan, seorang awak kapal, Letnan Dua (Laut) Elfan sedang berdiri tegak.
Seorang wartawan muda dari harian Kompas menyalaminya. Dia memulai dengan pertanyaan standar: "Mas, kapal perang ini pernah beroperasi ke mana saja?"
"Wah, ya sudah kemana-mana, Mas," jawab Letda Elfan, dengan logat arek Suroboyo.
"Pernah ke Ambalat?" seorang reporter MetroTV menyela.
"Pernah juga."
"Pernah berhadapan dengan kapal perang Malaysia?" sahut jurnalis media dalam jaringan atau online.
Letda Elfan yang masih bujangan itu tergelak sebelum memulai cerita tentang pengalamannya saat kapal perang RI berhadapan dengan kapal perang Malaysia. Inilah penuturan Letda Elfan yang diwarnai gelak tawa wartawan di sela-sela cerita tentang percekcokan Ambalat.
"Mereka memang kurang ajar, Mas," tutur Elfan menyebut awak kapal perang Malaysia yang pernah dijumpainya di perairan perbatasan RI-Malaysia. Awak kapal perang Malaysia itu suka melakukan provokasi dengan sengaja melintasi tapal batas.
"Yang mereka langgar nggak jauh sih. Paling-paling cuma sepuluh meter dari tapal batas. Mereka lalu teriak-teriak. Begitu kami datang untuk mengusir, mereka segera meluncur kembali ke dalam wilayah mereka."
Teriak-teriak gimana, Mas?" tanya wartawan.
"Ya macam-macam. Ada yang memaki pakai kata `jancuk, jancuk". Apa nggak kurang ajar itu? Eh, rupanya angkatan laut Malaysia itu ada orang dari Surabaya, dari Tegal, dari Solo," kata Elfan.
Kalau sudah teriak-teriak dengan kata-kata kotor gaya Suroboyoan itu, Elfan dan awak kapal lain segera mengambil botol, mur, baut bekas dan melemparkan benda-benda keras itu ke arah mereka. Tentu saja, lemparan itu tak sampai mengena kapal karena mereka meluncur dan menjauh dari kapal perang RI.
"Kenapa nggak sampean takut-takuti," sergah wartawan. "dengan mengarahkan moncong meriam ke kapal mereka?"
Elfan tertawa ngakak mendengar ucapan pertanyaan wartawan itu.
Lalu berkatalah Elfan: "Nggak boleh kita menggunakan intimidasi. Menggerakkan moncong meriam dikit aja, udah melanggar hukum internasional."
Jarak terdekat yang pernah dialami kapal perang RI berhadapan dengan kapal perang Malaysia, ujar Elfan, sekitar 30 meter. Jika tidak ada provokasi, awak kapal perang kedua negara itu bisa saling berkomunikasi.
Dari komunikasi ini Elfan mengenal beberapa awak kapal perang Malaysia yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia. Mereka adalah generasi muda yang lahir di Malaysia dari orang tua mereka yang berasal dari Surabaya, Tegal, Solo dan daerah lain, tapi mereka sudah menjadi warga negara Malaysia.
Para wartawan senang mendapat informasi yang menghibur dari pemuda harapan bangsa itu. Setidaknya, penjelasan Elfan tentang situasi si Ambalat menambah perspektif wartawan ketika menulis kasus yang berkaitan dengan perkara tapal batas perairan Indonesia dan Malaysia.
Sebelum mengakhiri percakapan, seorang wartawan kantor berita nasional bertanya pada Elfan: "Apa benar, kata media massa, kapal perang Malaysia lebih canggih dari kapal perang kita?"
"Itu tidak benar, Mas. Di negara mana pun, kecanggihan kapal perang itu sangat dirahasiakan. Kalau mereka mengaku lebih canggih, ya bisa saja. Kita pun juga bisa mengaku seperti itu," tutur Elfan.
Perjalanan siang itu terasa tak membosankan dengan hadirnya Letnan Dua Elfan. Beberapa menit kemudian kapal perang yang diberi lisensi dari Galangan Kapal Luersen Jerman kembali berlabuh di dermaga Watusampu, Palu, Sulawesi Tengah setelah rencana berlabuh di Pantai Tanjung Karang Donggala dibatalkan.
Para wartawan dan penumpang lain meninggalkan kapal sementara awak kapal perang yang dipersenjatai rudal buatan China itu masih harus berbulan-bulan di atas kapal untuk menunaikan tugas negara, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selamat bertugas Letnan Dua Elfan dan kolega.
Jalesveva Jayamahe!
Sumber : Antara -
Latihan bersama “Kakadu Exercise 2012” yang diselenggarakan oleh Royal Australian Navy (RAN) selaku tuan rumah, merupakan latihan bersama setiap dua tahun. Latihan ini dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama antarnegara di Asia Pasifik, sehingga diharapkan dapat mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan.
Keikutsertaan TNI AL dalam latihan ini dimaksudkan sebagai ajang komparasi profesionalitas prajurit dalam menguasai berbagai problem latihan yang dilaksanakan, sekaligus untuk menguji kemampuan alutsista yang dimiliki dihadapkan pada kemampuan alutsista negara lainnya. Hal ini karena pada latihan “Kakadu Exercise 2010” yang dilaksanakan di Darwin, Australia dua tahun yang lalu, TNI AL hanya berperan sebagai observer. Sedangkan pada latihan tahun 2012 ini TNI AL mengikuti semua rangkaian latihan yang dilaksanakan.
KRI Frans Kaisiepo-368 mengukuti Latihan Multirateral Kakadu Exercise 2012
Pelaksanaan latihan (Broad Exercise Structure) terdiri dari 2 (dua) tahapan, yaitu : tahap I (29 Agustus - 01 September 2012) merupakan tahap pangkalan (Harbour Phase), dan tahap II (02 – 13 September 2012) merupakan tahap manuver lapangan (Sea Phase) di perairan Australia Utara. Materi umum latihan meliputi: Marine Skills, SAR Ex, Boarding Ex, CASEX, Gunnery Ex, Cross Deck Landing, RAS Ex, ADEX, Encounter Maritime Terror Ex, dan Multiwarfare Ex.
Sebanyak 18 kapal perang akan memenuhi perairan sebelah utara Australia dalam manuver lapangan bulan September 2012 ini. Angkatan Laut Australia mengerahkan 9 kapal perangnya, Brunei satu kapal, Perancis satu kapal, Indonesia satu kapal, Jepang satu kapal, Selandia Baru dua kapal, Singapura dua kapal, dan Thailand satu kapal. Selain kapal perang beberapa negara mengerahkan juga beberapa pesawat tempur dan helikopternya.
Dalam latihan “Kakadu Exercise 2012” ini masing-masing peserta akan diuji kemampuannya dalam mengaplikasikan dan mengembangkan doktrin, taktik serta prosedur operasi laut sesuai referensi yang telah ditetapkan, mengaplikasikan operasi tempur laut dalam kegiatan peperangan anti kapal permukaan, anti kapal selam, dan pertahanan udara, menguji kemampuan dalam mengaplikasikan prosedur Maritime Interdiction Operation (MIO) terhadap kapal-kapal yang dicurigai serta prosedur penanganan SAR, mengasah kemampuan dasar kepelautan (Marine Skill) bagi seluruh prajurit secara profesional, serta melatih komando dan pengendalian dan kerja sama taktis serta teknis antar unsur Angkatan Laut para peserta.
Latihan bertujuan untuk mempererat kerja sama antara TNI AL dan negara-negara peserta latihan serta meningkatkan interoperability dalam maritime security regional pada operasi multilateral. Sedangkan sasaran latihan yang ingin dicapai pada latihan "Kakadu Exercise 2012” ini antara lain: memelihara dan meningkatkan hubungan baik antara negara peserta latihan dalam rangka menjaga stabilitas keamanan regional, meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam pemahaman prosedur dan taktik operasi laut, memadukan pemahaman dan pengembangan dalam prosedur maritime security serta Standard Operational Procedure (SOP) untuk pemeriksaan di laut dan SAR.
Sumber : TNI AL -
Program pengadaan kapal perang jenis fregat dari Brunei Darussalam diperkirakan mulai terealisasi tahun depan. Rencana pembelian itu sempat ditentang kalangan DPR karena kualitas kapal diragukan.

Kapal Perang Fregat Nakoda Ragam Class Brunei yang di Akuisisi TNI AL
Meski demikian, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno memastikan bahwa kondisi kapal perang itu dalam kondisi sempurna.Tiga unit kapal buatan Inggris tersebut akan datang bertahap mulai 2013 hingga 2014. KSAL menilai Indonesia sangat beruntung mendapatkan tiga unit kapal itu. Pasalnya, kapal yang sudah dipersenjatai lengkap itu dibeli dengan harga murah.
“Hanya mengeluarkan USD380 juta untuk tiga unit.Brunei saja membeli kapal tersebut dengan harga satuan sebesar USD600 juta,” katanya di Jakarta kemarin. Menurut dia,Brunei tak jadi membeli kapal fregat dari Inggris tersebut karena merasa tak cocok secara nonteknis. “Mereka memesan kapal besar, tapi ternyata angkatan lautnya sedikit. Begitu (kapal) mau jadi, mereka bingung,” terangnya.
Di satu sisi,Indonesia tengah membutuhkan penguatan kapal perang untuk TNI Angkatan Laut. Hal ini dilihat sebagai peluang untuk mendapat tambahan kapal dengan harga murah karena Brunei sendiri tak jadi memakainya. Apalagi, kapal tersebut telah dipersenjatai lengkap. Tak hanya itu, kapal itu juga dibuat dengan spesifikasi yang tinggi.
“Saya sudah melihatnya, tidak ada kendala teknis. Alat-alatnya justru nomor satu semua karena yang memesan negara kaya,”lanjutnya. Soeparno menyebut, jika Indonesia memesan sendiri kapal jenis yang sama dengan spesifikasi serupa, tidak akan cukup anggarannya. “Kalau pesan sendiri, mana mungkin kita mendapatkan sebanyak itu,”cetus dia.
Kalangan wakil rakyat di Komisi I DPR sebelumnya mempersoalkan pembelian tiga kapal tempur berjenis Multi Role Light Fregate itu. Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyatakan ada persoalan teknis yang membuat Brunei tak jadi membelinya. Hasanuddin menilai, ada ketidaksesuaian spesifikasi pesanan dari BAE,perusahaan pembuat kapal tersebut.“Bahkan, ada informasi bahwa spesifikasinya diturunkan sehingga Sultan Brunei tidak mau membayarnya,”tuturnya.
Akibat membatalkan pembelian secara sepihak, BAE kemudian memerkarakan Brunei ke Arbitrase Internasional pada 2007. Brunei pun terpaksa membeli.Alhasil, kapal tak terpakai dan Brunei mencoba untuk menjualnya kembali. Dalam tahap penawaran, sejumlah negara menolak, termasuk Vietnam. Pada awalnya, Indonesia sempat menolak karena kapal ini memiliki kendala teknis yakni pada stabilitas kapal.
Pada saat dipakai pada kecepatan tinggi, kapal menjadi miring. Ada informasi juga yang menyatakan bahwa meriamnya tidak bisa tepat sasaran. Karena alasan inilah kemudian pembelian itu dipertanyakan. Protes juga dilayangkan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Salim Mengga.Menurutnya,mubazir jika TNI AL justru membeli kapal dengan spesifikasi yang diragukan ketangguhannya.
Sumber : Sindo -
Direktur PT Lundin Industry Invest Lizza Lundin dan John Lundin memaparkan,kapal ini hasil kolaborasi riset, desain, dan pengembangan antara North Sea Boats Pte Ltd/PT Lundin dan arsitek kapal LOMOCean dari Selandia Baru yang dilakukan secara intensif selama 24 bulan. “Hasil kolaborasi tersebut merepresentasikan suatu langkah maju dalam penggunaan teknologi maju di bidang pembuatan kapal perang,” kata Lizza.

Kapal patroli Siluman 32m Rancangan LOMOCean Design, Selandia Baru.
Penggunaan bahan baku karbon foam sandwich untuk aplikasi kapal dalam skala yang luas seperti itu suatu hal yang belum pernah dilakukan di luar Skandinavia dan suatu representasi kemutakhiran teknologi di bidang rekayasa struktural dan produksi.Dengan kemampuan stabilitas yang sangat baik dan rancangan lambung yang dangkal, kapal ini didesain untuk berpatroli di pesisir yang panjang. Bentuk lambung dirancang agar kapal dapat melaju dengan kecepatan yang tinggi,namun dengan tetap memperhatikan kemampuan kru atau kapal untuk beroperasi di laut curam dan pendek yang merupakan karakteristik garis pantai di kepulauan di Indonesia.
Sedangkan bagian bawah garis air telah dioptimalkan untuk dapat mencapai kecepatan jelajah yang cukup jauh. Pajang, posisi melintang dan membujur, serta kemampuan peredaman dari masing-masing lunas telah dirancang secara khusus guna daya tahan terbaik dengan menggunakan analisis slender body dan towing tank. Desain struktural, meskipun masih memerlukan persetujuan dari Germanischer Lloyd di Hamburg Jerman, menggunakan metodologi desain yang dirancang khusus untuk geometri dari sebuah kapal berlunas tiga yang dapat memecah ombak.
Konstruksi kapal ini menawarkan beberapa keunggulan antara lain lebih ringan (karbon fiber yang telah dilaminasi memimiki tingkat kepadatan separuh lebih rendah daripada alumunium) dan efisien dalam biaya perawatan (karbon komposit tidak dapat berkarat dan memiliki batas kelelahan yang tinggi).
Kapal tersebut juga mempunyai kemampuan tidak terdeteksi oleh radar karena bentuk panel yang benar-benar datar yang didapat sebab tidak ada distorsi selama proses perakitan, tingkat keakuratan geometris yang sangat tinggi, tidak mengandung unsur magnet, tingkat deteksi panas,dan suara yang rendah. Untuk tenaga dan sistem propulsi,kapal ini menggunakan beberapa mesin diesel MAN V 12 dan waterjet MJP 550, yang mana terletak di lunas tengah dan juga di masing-masing lunas kiri dan kanan,guna menghasilkan tenaga pendorong yang maksimum dan kemampuan bermanuver yang baik.
“Ruang akomodasi disediakan untuk 29 orang kru kapal pada tiga lantai dek termasuk anjungan kapal dan ruang kendali, juga disediakan fasilitas dan peralatan termasuk kapal rigid inflatable boat sepanjang 11 meter yang dapat dipergunakan untuk penerjunan pasukan khusus,”katanya.
Apakah kementrian Pertahanan atau TNI AL akan memesan kapal ini juga..?? entah lah kita tunggu saja. :)
sumber : Seputar Indonesia -
Kapal berlunas tiga, KRI Klewang-625, yang baru saja diluncurkan digadang- gadang bakal menjadi salah satu kapal permukaan andalan TNI Angkatan Laut (AL). Untuk membangun kapal generasi modern tersebut membutuhkan dana sebesar Rp114 miliar.

Kapal Perang Timaran - KRI Klewang 625, saat ini TNI AL dikabarkan memesan 4 unit kapal jenis ini
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati menuturkan, pembuatan satu unit kapal berjenis X3K trimaran class ini menghabiskan dana sekitar Rp114 miliar.“Dana diambilkan dari anggaran belanja modal devisa tahun anggaran 2009,” paparnya di Jakarta kemarin. Jika dibandingkan dengan kapal dengan jenis kawal cepat rudal (KCR) lainnya produksi dalam negeri seperti KRI Celurit-641,harga ini jelas jauh lebih mahal.
Pembuatan KRI Celurit-641 oleh galangan kapal PT Palindo Marine, Batam, menghabiskan dana sekitar Rp75 miliar.Namun, kapal itu hanya memiliki satu lambung. Untung mengatakan, KRI Klewang-625 layak untuk menjadi kebanggaan rakyat Indonesia karena merupakan kapal modern yang diproduksi oleh industri pertahanan di dalam negeri. “KRI Klewang-625 layak dibanggakan sebagai salah satu alutsista (alat utama sistem senjata) andalan,” ungkapnya.
Dia menerangkan, kapal yang digagas oleh TNI AL bekerja sama dengan PT Lundin IndustryInvest, Banyuwangi,melalui program riset dan pengembangan sejak 2007 ini diproyeksikan menjadi kekuatan pemukul TNI AL yang andal dan menakutkan dilautan. Pasalnya,kapal ini diklaim memiliki kemampuan menginduksi panas dan antiradar (stealth/siluman).
Harga Satu Unit Kapal Timaran Sebesar Rp114 Miliar
Momentum peluncuran kapal perang KCR pertama X3K trimaran class ini diharapkan bisa menjadi titik awal pembangunan kapal sejenis yang akan mampu meningkatkan kemampuan TNI AL sehingga menjadi salah satu kekuatan yang disegani di kawasan regional.Selain itu,diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri militer dalam negeri agar mendapatkan pengakuan internasional. KRI Klewang-625 berbahan dasar komposit serat karbon yang ringan, tapi 20 kali lebih kuat dari baja.
Keberhasilan pembangunan kapal perang canggih ini merupakan yang pertama oleh putra-putri Indonesia di galangan kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi. Menurut Direktur PT Lundin John Lundin dalam siaran persnya,Dispenal Amerika Serikat pernah membuat kapal sejenis dengan panjang 120 meter, tetapi dari bahan alumunium atau baja.“Komposit serat karbon juga telah digunakan untuk pembuatan pesawat Airbus Boeing-777 dan mobil Formula-1. Ketahanannya 20 kali lebih kuat dibandingkan baja,”kata John Lundin.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR Su-saningtyas Kertopati menyambut baik kelahiran KRI Klewang-625 lantaran kapal produksi dalam negeri ini memiliki kemampuan yang andal.“Saya rasa kita harus memerbanyak alutsista seperti itu,”ujarnya. Susaningtyas menambahkan, dengan ke-mampuan antiradar yang dimiliki KRI Klewang, ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga wilayah laut Indonesia.
“Keperluan ALKI (alur laut kepulauan Indonesia) kita akan lebih terlindungi dari ancaman bila memiliki kapal antiradar,”ujarnya. Sebelumnya, pengamat militer dari UI Andi Widjajanto menyatakan, kapal jenis ini juga cocok dengan kondisi perairan Indonesia karena memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan kapal-kapal lain yang berlambung satu.
Sumber : Sindo -
Wakil Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama Sayyid Anwar, mengatakan Kapal Cepat Rudal Trimaran KRI Klewang 625 akan ditempatkan di Armada Timur, Surabaya.

KRI Klewang 625 - Kapal Perang Trimaran Siluman TNI AL
Meskipun begitu, kata dia, kapal bisa dioperasikan di seluruh kawasan di Indonesia sesuai kebutuhan. "Operasinya bisa di kawasan barat atau timur sesuai dengan kebutuhan," kata dia usai meluncurkan KCR Trimaran di galangan kapal PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jumat, 31 Agustus 2012.
Menurut Sayyid Anwar, KCR Trimaran ini berfungsi sebagai kapal perang. Kapal ini dilengkapi empat peluru kendali dengan daya jelajah hingga radius 120 kilometer. KRI Klewang juga diklaim memiliki teknologi khusus sehingga tidak dapat dideteksi radar musuh.
Kapal supercanggih yang dimiliki TNI AL ini merupakan pertama di Indonesia yang dibuat oleh perusahaan dalam negeri. Bahkan, PT Lundin menyatakan kapal ini merupakan yang pertama di kawasan Asia.
KRI Klewang memiliki panjang 63 meter, bobot 53,1 GT, dengan mesin utama 4x marine engines MAN nominal 1.800 PK sehingga mampu melesat dengan kecepatan maksimal 35 knot. TNI AL memesan kapal tersebut seharga Rp 114 miliar yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sejak tahun 2009 hingga 2011.
Pemilik PT Lundin Industry Invest, John Ivar Alan Lundin, mengatakan perencanaan hingga realisasi kapal ini membutuhkan waktu lima tahun. PT Lundin membutuhkan waktu 2,5 tahun untuk melakukan riset ke berbagai negara dan 2,5 tahun sisanya untuk pembuatan. "Saya sangat senang akhirnya selesai. Ini merupakan mimpi lama saya," kata dia.
Bahan utama kapal ini menggunakan serat karbon yang sebagian besar diimpor dari Cina. Teknologi kapal yang tidak terdeteksi tersebut sudah lebih dulu diaplikasikan di Selandia Baru dan Amerika.
PT Lundin didirikan di Banyuwangi tahun 2001 silam oleh Jhon Ivar. Pria berusia 43 tahun tersebut berasal dari Swedia dan merupakan keturunan keluarga pembuat kapal perang di Swedia bernama Sweed Sweap.
Dia mendirikan galangan kapal di Banyuwangi setelah menikah dengan Lisa, perempuan asal Banyuwangi pada 1997 silam. Selain melayani kapal perang dalam negeri, PT Lundin juga banyak mengekspor kapal militer ke Malasyia.
KRI Klewang 625 - Kapal Perang Trimaran Siluman TNI AL 
KRI Klewang 625 - Kapal Perang Trimaran Siluman TNI AL 
KRI Klewang 625 - Kapal Perang Trimaran Siluman TNI AL 
KRI Klewang 625 - Kapal Perang Trimaran Siluman TNI AL 
KRI Klewang 625 - Kapal Perang Trimaran Siluman TNI AL 
KRI Klewang 625 - Kapal Perang Trimaran Siluman TNI AL
Sumber : Tempo
Sumber Gambar : Kaskus Militer -
Banyuwangi: Sebuah kapal perang yang diklaim terinovatif di dunia diluncurkan PT Lundin Industry Invest di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (31/8). Kapal bernama KRI Klewang ini diklaim menggabungkan sejumlah kecanggihan teknologi sehingga memiliki berbagai keunggulan. KRI Klewang akan melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Laut.
KRI Klewang diproduksi di Banyuwangi. Pemilik PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai tempat produksi kapal karena ingin membangun kampung halamannya itu. "Saya orang Banyuwangi. Lokasi ini sangat baik untuk riset pembuatan kapal," kata Lizza.
Bentuk kapal cukup unik. Ini merupakan hasil kolaborasi riset desain dan pengembangan antara PT Lundin dengan arsitek kapal dari Selandia Baru selama dua tahun. Kapal memiliki stabilitas amat baik. Rancangan lambung dibuat dangkal. Kapal didesain untuk bisa berpatroli di pesisir yang panjang.
Bentuk lambung kapal dirancang sedemikian rupa agar kapal dapat melaju dengan kecepatan tinggi namun tetap memperhatikan kemampuan kru. Kapal dapat beroperasi di laut curam dan pendek yang merupakan karakterisktik garis pantai di kepulauan Indonesia.
Kontruksi kapal menawarkan beberapa keunggulan. Di antaranya KRI Klewang ini lebih ringan, efisien biaya perawatan, kemampuan tidak terdeteksi oleh radar, tingkat akurasi geometris yang tinggi, tidak mengandung unsur magnet, tingkat deteksi panas dan suara yang rendah.
KRI Klewang juga menyediakan ruang akomodasi untuk 29 kru kapal pada tiga lantai dek. Kapal dilengkapi fasilitas dan peralatan untuk penerjunan pasukan khusus. Kapal juga dipersenjatai berbagai tipe sistem rudal. Rudal dilengkapi sensor yang dapat ditempatkan di bagian tertinggi atas dek kapal. Ini memberikan kemampuan penglihatan penembakan yang sangat baik. Kesemua hal itu tidak mengurangi stabilitas kapal.
PT Lundin Industry Invest mengaku belum menemukan kendala dalam produksi kapal. Lizza Lundin mengaku memperoleh kemudahan dari pemerintah dalam produksi kapal. KRI Klewang masih mengalami pengembangan dan akan dioperasikan pada 2013 mendatang.
VIDEO Metro TV -
Foto-foto menjelang launching kapal perang timaran pertama produksi PT. Lundin Industry Invest (North Sea Boats), diambil dari Facebook Fanpage North Sea Boats. Kapal perang timaran rencananya akan di lounching pada tanggal 31 Agustus 2012 di fasilitas galangan kapal PT Lundin di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kapal Perang Timaran - KRI Klewang 625
Kapal perang trimaran 63 meter merupakan kapal perang paling canggih dari semua jenis kapal perang yang dikembangkan di Asia Tenggara. Bentuk lambung yang radikal memungkinkan kapal ini dapat menembus gelombang sehingga dapat meningkatkan stabilitas, Kapal ini dibangun dengan menggunakan material komposit serat karbon yang memanfaatkan vacuum infusion process dan resin vinylester. Metode ini menghasilkan sebuah struktur yang lebih kuat, tetapi juga memiliki biaya operasional dan pemeliharaan yang efisen.
Spesifikasi KCR Trimaran :
Spesifikasi Pisik- Panjang Overal : 62.53 m
- Panjang Bentuk : 62.77 m
- Berat Mati : 53.1 ton
- Kecepatan Jelajah : 16/30 knots
Profile Kapal- Didesain Sebagai Kapal Moderen tiga Lambung
- Satu - satunya kapal cepat kombatan TNI AL berbahan composit
- Sebagai kapal cepat rudal yang mampu melaksanakan operasi laut
Kemampuan Tempur- Patroli Laut dengan kecepatan ekonomis
- Kecepatan tinggi dalam operasi laut
- Didukun peralatan navigasi moderen
- Dilengkapi sistem kendali senjata dan peluncur misil tipe C-705
Didesain sebagai kapal modern tiga lambung berbahan komposit dengan kecepatan tinggi yang ekonomis di laut dan berpeluru kendali C-705 yang rencananya akan di produksi di Indoensia. Merupakan kapal trimaran berpeluru kendali pertama TNI.disamping itu kapal ini juga rencanyan akan dilengkapi dengan kemampuan pertahanan anti-rudal menggunakan senjata Close-in Weapon System (CIWS) Type 730, 7 barel 30 mm, buatan China.
Salah satu kemampuan KRI Klewang yang diunggulkan dan dibanggakan adalah stealth. Kapal ini didesain khusus agar tidak terdeteksi oleh radar manapun. Sebab, desain KRI Klewang unik dan bahan dasarnya adalah carbon fiber.
Carbon fiber memiliki karakteristik unik, yaitu tidak menginduksi panas dan lebih kuat daripada baja tapi lebih ringan. “KRI Klewang layak menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang diproduksi industri pertahanan nasional,” tegas Lundin bangga.
Sumber : FB North Sea Boat -
Salah satu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diberangkatkan ke Singapura dalam rangka mengikuti latihan bersama (latma) dengan Angkatan Laut (AL) dari negara-negara Asia Tenggara dan US Navy.

KRI Clurit-641 di Perairan Batam
Kepala Dispen Koarmabar Letkol Laut (KH) Agus Cahyono menerangkan, latihan bersama dengan nama South East Asia Coorporation And Training (SEACAT) adalah kegiatan latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara dan US Navy di Naval Base Changi Singapura.
TNI Angkatan Laut pada latihan bersama tersebut mengikutsertakan KRI Clurit-641, kapal perang di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang sehari-harinya berada dibawah pembinaan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar dengan pangkalan di Tanjung Uban.
“Keikutsertaan KRI Clurit-641 yang dikomandani Mayor Laut (P) Lewis N. Nainggolan dalam latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara di Singapura tersebut untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam kerjasama pada pelaksanaan operasi laut bersama yang dilaksanakan di wilayah perairan masing-masing negara,” ujar Kadispen di Jakarta, Selasa (38/08/2012).
Pelaksanaan kegiatan SEACAT di Changi Naval Base Singapura tersebut, tambahnya, direncanakan akan berlangsung selama lima hari dan diikuti dari beberapa peserta perwakilan Angkatan Laut Asia Tenggara diantaranya Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina serta Singapura dan USN.
Adapun materi-materi yang terdapat dalam latihan bersama tersebut antara lain Pertukaran Informasi Antar Pusat Komando Pengendali pada saat digelar kegiatan latihan.SUmber : Pelita Online -
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mendukung pelaksanaan Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai tahun 2012.
KRI Banda Aceh yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Suratun, siap melaksanakan tugas-tugas operasi baik dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Kepala Dinas Penerangan Kolinlamil, Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman mengatakan KRI Banda Aceh melaksanakan embarkasi muatan di dermaga Markas Komando Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (25/8) lalu.
Dalam embarkasi tersebut, KRI Banda Aceh-593 ini memuat bahan-bahan dan perlengkapan yang akan dipergunakan dalam Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai 2012 dari beberapa kementerian dan beberapa instansi pemerintah.
Kementerian Kesehatan mengirimkan 297 paket sembako dan 2 dus obat-obatan. Demikian juga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengirim 2.000 paket sembako, Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 30 karton ikan kaleng, 18 koli ikan kering, 2 dus poster gemar makan ikan. Sedangkan Kementerian Sosial mengirim satu unit kendaraan Panther, 1 unit Ford Ranger serta Kementerian Agama mengirim 4 dus buku-buku Katolik.
Sementara itu, BKKBN mengirim 49 dus buku-buku Keluarga Berencana (KB), Perpustakaan Nasional 8 dus buku-buku, Pertamina 76 koli alat-alat sekolah dan olahraga, Dinas Pekerjaan Umum kendaraan Dum Truck 2 unit, kendaraan tangki air 3 unit, truck sampah 3 unit, kendaran beko (looder) 2 unit, truck PS 1 unit. Juga Bakor Sutanal mengirim 104 lembar peta, Bank Indonesia 7 unit genset, Perum Bulog 1.056 karung sembako, dan rumah zakat 581 karung paket sembako.
“Kegiatan Operasi Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) III Sail Morotai 2012 yang menggunakan kapal perang adalah sebagai wujud dalam membantu menyukseskan program-prorgam pemerintah dalam membina, membentuk karakter pemuda Indonesia yang mempunyai wawasan kebaharian, kepemimpinan dan nasionalis,” kata Kadispen Kolinlamil.Sumber : Jurnas -

KRI Klewang - KRC Trimaran Kapal perang trimaran 63 meter merupakan kapal perang paling canggih dari semua jenis kapal perang yang dikembangkan di Asia Tenggara. Bentuk lambung yang radikal memungkinkan kapal ini dapat menembus gelombang sehingga dapat meningkatkan stabilitas, Kapal ini dibangun dengan menggunakan material komposit serat karbon yang memanfaatkan vacuum infusion process dan resin vinylester. Metode ini menghasilkan sebuah struktur yang lebih kuat, tetapi juga memiliki biaya operasional dan pemeliharaan yang efisen.Tahun 2009, PT Lundin menandatangani kontrak pengadaan kapal perang siluman canggih bagi TNI AL. Kapal perang ini merupakan hasil dari penelitian dan pengembangan program secara intensif yang dilakukan oleh PT Lundin Invest (North Sea Boats) dan TNI AL yang dimulai pada tahun 2007. Pembangunan kapal perang ini dimulai pada awal tahun 2010, namun karena desain dan metode kontruksi yang sangat canggih, sehingga sebagian besar rahasia dari proyek ini tidak dipublikasikan sampai saat ini.PT Lundin akan mengundang para wartawan untuk menghadiri acara peresmian kapal perang Trimaran 63m yang diadakan pada hari jumat tanggal 31 Agustus 2012 di fasilitas galangan kapal PT Lundin di Banyuwangi, Jawa Timur. Acara peresmian dihadiri oleh para pejabat dan perwira senior TNI AL untuk melakukan konfrensi Pers dan pembekalan serta wawancara. -
KRI Frans Kaisiepo-368 dengan Type Sigma Class buatan Belanda dari Satuan Kapal Eskorta Koarmatim ini, diberangkatkan hari ini, 23 Agustus 2012 dari Surabaya menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan selanjutnya menuju Darwin, Australia. Pemberangkatan KRI iniuntuk mengikuti latihan latihan bersama dua tahunan dengan Angkatan Laut Australia.

KRI Frans Kaiseipo dengan nomor lambung 368 merapat di Dermaga Kolinlamil
Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Agung Pramono, saat memeriksa kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu 2012, Rabu (22/8) di Dermaga Madura Ujung Koarmatim Surabaya, menyampaikan pesan kepada prajurit KRI Frans Kaisiepo agar dapat menjaga dan mengharumkan citra bangsa Indonesia khususnya TNI AL di mata dunia.
“Hal itu dapat ditunjukkan dengan memberikan capaian atau hasil latihan yang terbaik,” katanya seperti dilansir dalam siaran pers Dispen Koarmatim yang diterima Jurnal Nasional, Kamis (23/8).
Dalam latihan bersama ini TNI Angkatan Laut mengirimkan Frans Kaisiepo-368 dan 1 heli BO 105. KRI Frans Kaisiepo-368 dikomandani oleh Letkol Laut (P) Yayan Sofiyan ST yang sekaligus menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kakadu 2012.
Latihan ini dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama antarnegara di Asia Pasifik, sehingga diharapkan dapat mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan Asia Pasifik. Bagi TNI AL kesempatan latihan ini merupakan ajang komparasi profesionalitas prajurit dalam menguasai berbagai problem latihan yang dilaksanakan serta kemampuan alutsista yang dimiliki dihadapkan pada alutsista peserta lainnya.
KRI Frans Kaisiepo – 368 dan Helly BO – 105 ditunjuk sebagai participantships dalam Ex. Kakadu 2012 yang diselenggarakan oleh Royal Australian Navy (RAN) dan diikuti oleh 8 (delapan) negara, terdiri dari Australia, Brunei Darussalam, Indonesia, Perancis, Jepang, Selandia Baru, Singapura dan Thailand.
Latihan Kakadu 2012 akan diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 14 September 2012. Tahapan pelaksanaan latihan (Broad Exercise Stucture) terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu : tahap I (29 Agustus - 01 September 2012) merupakan tahap pangkalan (Harbour Phase), tahap II (02 – 13 September 2012) merupakan tahap manuver lapangan (Sea Phase) di perairan Australia Utara dan tahap III (14 Juli 2012) merupakan tahap pengakhiran/selesai pelaksanaan latihan.
Latihan Kakadu 2012 merupakan upaya untuk menyamakan persepsi dan tindakan dalam hal penanganan dan tindakan dalam menghadapi ancaman yang mungkin terjadi di wilayah perairan laut negara masing-masing pada umumnya dan di Asia Pasifik pada khususnya.Sumber : Jurnas -
Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Sibolga yang dikomandani Letnan Kolonel (Letkol)Laut (P) Ivan Gatot Prijanto, S.E., menerima Patroli Keamanan Laut (Patkamla) jenis Combat Boat type X-8 Catamaran dari Dinas Material dan Perbekalan Komando Armada RI Kawasan Barat (Dismatbekarmabar). Patkamla tersebut diangkut dari Jakarta menggunakan KRI Sibolga-536.

Lanal Sibolga diperkuat Combat Boat Type X-8 Catamaran
Combat Boat Type X-8 Catamaran merupakan Alutsista terbaru buatan Banyuwangi, memiliki spesifikasi bottom 2 (dua) buah lunas dengan 2 (dua) mesin Marine Diesel VGT 400 PK bertenaga 220 HP buatan Swedia yang memiliki kecepatan jelajah maksimal 40 knot serta dilengkapi dengan alat navigasi dan komunikasi moderen, dilengkapi pula dengan senapan mesin jenis M 240 Kaliber 7,62 atau M 60 Kaliber 7,62 juga dapat diganti peluncur Granat Kaliber 40 mm.Kapal cepat selain diawaki 4 (empat) personel, juga mampu mengankut hingga 20 (dua puluh) orang dengan persenjataan lengkap.
Danlanal Sibolga pada kesempatan tersebut mengatakan, kehadiran Combat Boat Type X-8 Catamaran yang di Lanal Sibolga harapkan mampu menambah kekuatan unsur dalam meningkatkan keamanan, pengawasan serta penegakan hukum dilaut secara maksimal di Wilayah kerja Lanal Sibolga.
Patkamla jenis Combat Boat diterima Danlanal Sibolga (Letkol)Laut (P) Ivan Gatot Prijanto, S.E.,diterima di Dermaga Pelabuhan Sambas Sibolgabersama dengan Muspida setempat diantaranya Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Komandan Distrik Militer (Dandim) dan Kepala Polisi Resort (Kapolres) serta Kepala Pengadilan Sibolga.
Sumber : Koarmabar
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)









