Tampilkan postingan dengan label Helikopter. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Helikopter. Tampilkan semua postingan
  • Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan sinyal positif terkait penjualan helikopter perang jenis AH-64 Apache kepada Indonesia.  Berdasarkan informasi yang ada, AS telah menawarkan delapan unit Apache.

    Helikopter Tempur AH-64 Apache
    Helikopter Tempur AH-64 Apache

    "AS sudah beri sinyal, silakan jika Indonesia mau membeli delapan biji Apache. Helikopter ini dahsyat sekali dan memberikan efek gentar," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro saat ditemui usai memimpin Sertijab Eselon I Kemenhan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (24/8).

    Namun pembelian Apache mesti melalui proses pembahasan antara Kemhan, kabinet, dan DPR. Karena, membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jika kabinet dan DPR menyetujui untuk membeli helikopter tersebut maka pemerintah Indonesia akan langsung menyambut tawaran AS.

    "Kalau rencana beli, maka kita akan membeli delapan unit dan kalau itu juga disetujui oleh DPR," tukasnya.

    Niat pemerintah Indonesia membeli Apache sebenarnya sudah ada sejak awal tahun ini. Pengadaan delapan unit pesawat tempur jenis Apache itu bukan karena ditawarkan begitu saja oleh pihak AS. Melainkan, pemerintah RI yang memang mencari helikopter dengan kemampuan serang.

    AH-64 Apache sendiri adalah helikopter dengan kemampuan serang buatan Boeing yang terbukti handal di lapangan.

    Helikopter ini dipersenjatai dengan senapan mesin M230, mampu membawa roket udara-darat Hydra 70 kaliber 70 mm, roket CRV7 kaliber 70 mm, rudal AIM-92 Stinger dan AGM-114 Hellfire. Bahkan di varian AH-64D Apache, heli ini dapat terkoneksi dengan UAV.* 




    Sumber : Liputan6
  • Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berencana mendatangkan 11 unit helikopter antikapal selam untuk lebih memperkuat alat utama persenjataan serta mengisi kekosongan alat yang tidak tercover oleh kapal-kapal TNI.

    Helikopter Anti Kapal Selam Seasprite
    Helikopter Anti Kapal Selam Seasprite, Salahsatu Heli yang diminati TNI AL

    Sebelumnya, Kementerian Pertahanan juga telah melakukan pengadaan tiga unit kapal selam dengan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding Marine Enginerering (DSME) yang dilakukan bersama Kementerian Pertahanan.

    "Helikopter antikapal selam kita punya tahun 1960-an dan pensiun tahun 1970 nantinya kita akan beli 11 helikopter antikapal selam, karena ini sangat dibutuhkan oleh kita," ujar Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Marsetio, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (15/8/2012).

    Dijelaskan Marsetio, pihaknya masih akan membahas dengan Kementerian Pertahanan ihwal pembelian 11 helikopter antikapal selam ini, terutama mengenai helikopter yang didatangakan. Apakah jenis Seasprite atau Agusta.

    "Tahun 2015 akan hadir helikopter tersebut, karena saat ini kita baru punya dua kapal selam dan akan datang lagi tiga," pungkasnya. 



    Sumber : Okezone
  • Pasukan penjaga perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kongo, Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO, tahun ini direncanakan diperkuat dengan Satgas Helikopter. Sebelumnya, Satgas Helikopter untuk misi PBB di Kongo, Afrika diemban oleh pasukan dari India.



        Perwira Penerangan Konga XX-I/Monusco Lettu Cku Sulikan dalam siaran pers, Sabtu (11/8) mengatakan, terkait rencana penempatan Satgas Helly di Konga XX-I/MONUSCO tersebut, tim Recce Satgas Helly dari TNI telah melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat (10/8). Satgas Helly itu rencananya akan bergabung dengan Konga XX-I/MONUSCO atau juga dikenal Indonesian Engineering Company yang terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo. Secara keseluruhan, Indonesia telah melaksanakan tugas di Kongo sembilan tahun dengan masa pergantian per tahun.

        Setelah menerima paparan singkat dari Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho tentang situasi keamanan, kegiatan satgas, pekerjaan yang telah, akan dan sedang dikerjakan, Tim Recce Satgas Helly TNI melaksanakan diskusi dengan staf Air Ops Monusco yang berada di wilayah Dungu.

        "Dilanjutkan meninjau lokasi penempatan Satgas Helly, mengelilingi Hellypad, dan Airport Dungu sepanjang 2,5 kilometer," ujarnya.

        Rombongan juga sempat meninjau seluruh camp diantaranya, gudang senjata dan amunisi, gudang sparepart, dan rumah genset. Tak luput dari pantauan adalah gudang makanan basah dan kering, penyimpanan obat, serta alat-alat berat Zeni.

        Ketua tim Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden mengatakan, jika tidak ada halangan dan disetujui oleh pimpinan, maka di akhir tahun ini Satgas Helly sudah bisa diberangkatkan untuk tugas ke Kongo, menggantikan satgas sebelumnya. "Akan menggantikan negara India yang ditarik pulang ke negaranya," ujarnya.

        Budihardja yang menjabat sebagai perwakilan tetap Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB di New York itu berpesan agar alat-alat yang sudah cukup tua tidak menjadi hambatan bagi prajurit menunaikan tugasnya. Sebaliknya, itu tantangan yang harus mampu dihadapi dengan bekerja keras. (Feber S) 



    Sumber : Suara Karya
  • Helikopter TNI AD jenis MI-17 ditembak oleh GPK bersenjata Papua di wilayah Distrik Mewuluk Kabupaten Puncak Jaya, Selasa, (7/8). Pesawat yang diawaki Mayor Penerbad Yekti ditembak saat menjemput anggota pengamanan (TNI-Polri) dan anggota PPD Pemilukada ulang Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya usai melaksanakan tugas di Distrik Mewuluk.


    Tembakan GPK tersebut mengenai bagian ekor sebelah kanan pesawat hingga tembus pada bagian kiri. Anggota Yonif 753/AVT yang saat itu melaksanakan pengamanan pendaratan pesawat, langsung melakukan tembakan balasan ke arah GPK sehingga anggota GPK melarikan diri masuk ke hutan.

    Kelompok yang menembak, diindikasikan sebagai kelompok GPK Wilayah Yambi, yang sering melakukan tindakan pengacau keamanan di Distrik Mewuluk. Insiden ini mengakibatkan  kerusakan ringan pada bagian ekor pesawat dan tidak ada korban jiwa atau luka.

    Helikopter ini melakukan perjalanan pulang pergi dari Bandara Mulia menuju Distrik Mewuluk Kab Puncak Jaya selama 3 kali. Penerbangan pertama  pada pukul 09.00 mengangkut personel pengamanan beserta anggota PPD (Panitia Pemilihan Daerah)  sebanyak 20 orang terdiri dari 14 orang anggota Polres, 4 orang anggota KPUD dan  2 orang anggota Satgasban Polres Puncak Jaya. Kemudian kedua kembali menuju Distrik Mewuluk mengangkut 14 orang anggota Brimob Detasemen C Sorong dan 3 orang anggota Panwaslu. Dalam perjalanan tersebut tidak mengalami gangguan.

    Pada penerbangan ketiga Helikopter kembali ke Distrik Mewuluk menjemput 10 orang anggota Yonif 751/Raider dan 9 orang Brimob beserta 2 orang anggota Deninteldam  XVII/Cenderawasih. Saat itulah Helly MI-17 mendapat tembakan dari GPK Papua bersenjata sebanyak 1 kali dari arah ketinggian di Distrik Mewuluk.   



    Sumber : TNI-AD
  • TNI Angkatan Darat menerima empat helikopter serba guna Bell 412 EP dari PT Dirgantara Indonesia (Persero). Helikopter Bell berkemampuan teknis di atas jenis seri-seri helikopter terdahulu.

    Helikopter Bell 412 EP TNI-AD
    Helikopter Bell 412 EP TNI-AD

    Penyerahan helikopter dilakukan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Dr. Budi Santoso kepada Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Sonny Widjaya di pangkalan Pusat Penerbangan Angkatan Darat di Skadron 21/Sena Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (10/8).

    Budi Santoso berharap, empat helikopter itu akan membawa pengaruh besar bagi kemampuan TNI, khususnya TNI Angkatan Darat, dalam menghadapi tugas-tugas yang semakin berat. PT Dirgantara Indonesia menyadari kebutuhan alutsista bagi TNI akan terus meningkat.


    "Hal ini tentu sejalan dengan tantangan yang semakin beragam, sehingga upaya antisipasi harus terus dioptimalkan. Kami sebagai salah satu penyedia produk alutsista, tentunya harus terus berupaya untuk dapat memenuhi tuntutan yang diminta," kata Budi Santoso.

    Budi Santoso mengatakan, TNI Angkatan Darat merupakan pemakai terbesar helikopter-helikopter produksi PT Dirgantara. Di masa mendatang diharapkan TNI Angkatan Darat tetap mempercayakan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan helikopternya pada PTDI.


    Helikopter Bell 412 EP TNI-AD
    Helikopter Bell 412 EP Pesanan TNI-AD di Hanggar PT DI

    Bell 412 EP merupakan helikopter serbaguna yang ditenagai sepasang engine, Pratt & Whitney PT6T-3D, dengan empat bilah rotor utama dan dua bilah rotor ekor. Helikopter ini termasuk kelas menengah dan diawaki oleh satu pilot dan satu ko-pilot serta mampu mengangkut 13 penumpang.

    Helikopter Bell 412 EP merupakan Bell 412 generasi baru yang dapat diandalkan. Helikopter ini sebelumnya telah membuktikan kehandalannya dalam berbagai operasi baik di Indonesia maupun di negara-negara lain.



    Sumber :  MetroNews
  • Dirgantara Combat Helicopter "Gandiwa"
    Atas kehormatan undangan dari Menejemen Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung kepada penulis untuk hadir dalam beberapa konferensi persnya beberapa waktu yang lalu, alhamdulillah ada beberapa cuplikan yang  dapat penulis tuangkan disini.

    Posting ini antara lain tentang Dirgantara Combat Helicopter "Gandiwa". Sebuah sarana alat pertahanan keamanan berupa karya dari anak bangsa yang tergolong canggih. Bagi penulis ini sangat menarik dan perlu memberikan apresiasi, dan semoga bermanfaat bagi inspirasi pemerhati. Memang, cinta kepada bangsa dan tanah air dapat dilakukan dengan berbagai cara, -karya teknologi umpamanya-. Atas dedikasi tsb, publik mempunyai kepentingan mengetahui bagaimana akuntabilitasnya. Sebagaimana implementasi Undang-undang Kebebasan Informasi Publik (KIP).

    Dirgantara Combat Helicopter GANDIWA merupakan helikopter militer dengan peran utama sebagai pesawat/helikopter tempur, dengan kemampuan menyergap target di darat, seperti musuh infanteri dan kendaraan lapis baja. Dikarenakan helikopter ini dilengkapi dengan persenjataan berat, kadang disebut juga sebagai gunship helicopter. Karena helikopter ini juga dapat dipakai untuk melakukan penyerangan, maka biasa disebut juga sebagai helikopter serang(attackt helicopter).

    Senjata yang digunakan pada helikopter tempur ini dapat mencakup autocannons, machine-guns, roket, dan peluru kendali seperti Hellfire. Selain itu helikopter ini juga mampu membawa rudal udara ke udara, meskipun sebagian besar untuk tujuan pertahanan diri.

    Secara umum, Dirgantara Combat Helicopter memiliki dua tugas utama : 

    • Untuk memberikan dukungan udara secara langsung dan tepat bagi pasukan darat. 
    • Sebagai anti-tank, dimana tugasnya adalah menghancurkan kendaraan lapis baja miilik musuh.

    Design Development

    Helikopter tempur GANDIWA adalah helikopter dengan konfigurasi 2 orang crew (1 orang pilot dan 1 orang co-pilot/gunner) dengan posisi tandem. Helikopter ini memiliki dua buah engine dan satu buah dengan empat bilah composite bearingless rotor utama (main rotor) dan satu buah rotor ekor (tail rotor). Helikopter ini dilengkapi juga dengan wing pylon untuk mensupport persenjataan yang dibawanya.



    Dirgantara Combat Helicopter GANDIWA dikembangkan dengan memakai base helicopter Bell412. Modifikasi utama dilakukan dengan merubah konfigurasi dari konfigurasi side-by-side, menjadi konfigurasi tandem. Selain itu dilakukan desain support untuk senjata-senjata yang akan dibawa.

    Main rotor, tail rotor, engine dan juga gearbox diusahakan tidak dilakukan perubahan besar dari basis helikopter. Avionik dan sistem diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan utama dari helikopter ini. Glass cockpit avionic system akan dipakai untuk memudahkan pilot dalam menjalankan misinya. Penambahan sistem senjata dan firing control juga menjadi hal utama yang dilakukan di dalam pengembangan helikopter ini.

    Berat dan distribusi berat diusahakan tidak berubah banyak dari basis helikopter. Penumpang dan payload yang biasa dibawa oleh basis helikopter, diganti menjadi senjata dan amunisi pada helikopter tempur GANDIWA.

    Sekilas Tentang "Gandiwa"

    Andi_Ali_Syahbana_presentasi_Gandiwa_to_Menhan_Panglima_Alpahan_Mabes

    Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna.
    Senjata panah sakti ini dilengkapi dengan tabung yang berisi panah yang tak terhingga jumlahnya.

    Ctr. Direktur Teknologi dan Pengembangan PT. Dirgantara Indonesia (Persero) Dr. Andi Alisjahbana memberikan penjelasan ihwal "Gandiwa" ini kepada Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Para Kepala Staf Angkatan dan Petinggi TNI lainnya seusai Rapat Pimpinan TNI yang diikuti dengan Static Show Alat Pertahanan di Markas Besar TNI, Cilangkap .

    Desain  Helikopter Dirgantara Combat Helicopter "GANDIWA"

    Spesifikasi Teknis


    Karakteristik umum
    • Crew: 2 (pilot, and co-pilot/gunner)
    • Length: 56 ft 1 in (17.1 m)
    • Rotor diameter: 46 ft 0 in (14.0 m)
    • Disc area: 1,662 ft² (154.4 m²)
    • Empty weight: 6,789 lb (3,079 kg)
    • Max takeoff weight: 11,900 lb (5,397 kg)
    • Powerplant: 2 × Pratt & Withney Canada. PT6T-3BE Twin Pac Turboshafts, 900 shp (671 kw) each
    • Fuselage length: 43 ft (13.1 m)
    Performansi
    • Maximum speed: 140 knots (259 km/h)
    • Cruise speed: 122 knots (226 km/h)
    • Range: 402 nmi (745 km)
    • Service ceiling: 20,000 ft (6,096 m)
    • Rate of climb: 1,350 ft/min (6.86 m/s)
    • Power/mass: 0.2263 hp/lb (437 W/kg)
    Persenjataan
    • Guns: 1× 30 × 113 mm (1.18 × 4.45 in) M230 Chain Gun with 1,200 rounds
    • Hardpoints: Four pylon stations on the stub wings.
    • Rockets: Hydra 70 70 mm, and CRV7 70 mm air-to-ground rockets
    • Missiles: Typically AGM-114 Hellfire variants; AIM-92 Stinger may also be carried.
    •  
    •  
    • Sumber : Militer Indonesia
  • Modernisasi alutsista terus dilakukan TNI dengan pengadaan: Main Battle Tank Leoprad 2A6, Meriam 155mm Caesar, Peluncur Roket Multi Laras, Helikopter Serbu, 24 pesawat tempur F-16 ex USAF, Penambahan 6 Sukhoi MK 30, Satu Skuadron (16) Pesawat Super Tucano, UAV Heron TP, Light Frigate Sigma 10514, Light Frigate Nakhoda Ragam Class, Kapal Selam Chanbogo, Rudal C 705 dan C 802, Tank BMP 3, Panser Anoa, Helikopter SeaSprite, Pesawat Angkut C-295 dan berbagai alutsista lainnya.

    Helikopter Chinook CH-47

    Pasukan TNI juga mulai menyebar satuan satuannya, seperti penempatan: 2 Batalyon Kostrad di Perbatasan Kalimantan, Pasukan Marinir di pulau-pulau terluar, pembangunan Batalyon Marinir di Karimun, Kepulauan Riau dan Lampung. Pembangunan Pangkalan Marinir di Pulau Nipah dan Natuna, serta rencana pembentukan Brigade Marinir di Papua dan Pasmar II di Belawan, Sumatera Utara.

    TNI pun membangun tiga bandara di Kalimantan dekat perbatasan Malaysia, agar pasukan bisa digerakkan dengan cepat ke garis depan jika terjadi konflik.

    Untuk urusan angkutan laut, telah ada 4 multi-role LPD Makassar Class berbobot 11,400 ton dan 19 Landing Ship. Sementara TNI AU telah melakukan perbaikan menyeluruh (overhaul) pesawat angkut C-130 Hercules di AS serta mendapatkan setengah hibah 5 Hercules dari Australia. Hibah 5 Hercules ini tampaknya berjalan lancar, apalagi Presiden SBY bertolak ke Australia tanggal 3 Juli 2012.

    Namun bagaimana dengan deploy pasukan untuk pangkalan militer di pulau pulau terluar yang tidak memiliki landasan pesawat terbang ?. China mulai membangun landasan pacu pesawat fix wing di pulau terluar dengan cara reklamasi. Namun Indonesia tentu belum mampu, karena anggaran yang terbatas. Untuk Komisi Perhanan DPR, mulai melirik helikopter CH-47 Chinook Amerika Serikat, untuk melengkapi armada angkut pasukan TNI.

    Munculnya ide pembelian helikopter Chinook, diawali saat kunjungan kerja Komisi I DPR ke AS dipimpin ketuanya Mahfudz Siddiq. Rombongan ini bertemu produsen Helikopter Chinook dan Boeing memberikan lampu hijau untuk menjualnya ke Indonesia.

    “Kementerian Pertahanan diharapkan mempertimbangkan, bahkan mengkaji pengadaan alat angkut bagi TNI mengingat pesawat yang ada saat ini seperti Hercules sudah tua sehingga perlu peremajaan bahkan bila perlu pembelian baru. Komisi I tertarik dan mengusulkan pesawat angkut jenis Chinook,” ujar anggota Komisi I DPR Muhammad Najib.

    CH-47 Chinook memiliki keunggulan kapasitas angkut yang besar, baik untuk personil dan logistik. Heli ini juga mampu mengangkut (sling): pesawat tempur, kapal tempur, kendaraan tempur hingga tank seberat puluhan ton.

    Helikopter angkut CH-47 Chinook sangat dibutuhkan negara archipelago seperti Indonesia yang memiliki 13000 pulau. Helikopter itu untuk mobilisasi pasukan ke pangkalan-pangkalan militer di pulau terluar seperti: di Pulau Nipah, Natuna, Kepulauan Riau, Papua, Sebatik dan sebagainya.

    Lebih jauh lagi helikopter Chinook bisa digunakan untuk penanganan pasca-bencana, karena Indonesia termasuk wilayah “Ring of Fire”, titik pertemuan antar lempeng bumi.

    Mungkin kita masih ingat betapa powerfullnya helikopter CH-47 Chinook Singapura, saat mendistribusikan logistik pasca Tsunami Aceh. Chinook juga dengan cepat mampu mengevakuasi penduduk dalam jumlah cukup besar. Kinerja helikopter Chinook itu, kontras dengan kemampuan Helikopter Bell 412 RI yang diterjunkan pasca Tsunami Aceh 2004.

    Di Asia Tenggara, selain Singapura, Thailand juga telah menggunakan CH-47 Chinook. Sementara di dunia, sangat banyak pengguna Chinok, termasuk: Australia, Belanda, Italia, Canada, Spanyol dan Inggris.

    Helikopter buatan Boeing ini diawaki oleh 3 kru (pilot, copilot dan flight engineer). Heli ini mampu mengangkut pasukan hingga 55 personil dan kargo di dalam heli 12 ton. Chinook memiliki panjang 30 meter dengan tinggi 5,7 meter. Chinook terbang dengan kecepatan maksimal 315 km/jam atau kecepatan jelajah 240 km/jam untuk jarak 741 km. Helikopter ini juga bisa dilengkapi 3 senjata mesin M240/FN MAG.

    Chinook yang Combat Proven, yang telah malang melintang di perang; Vietnam, Iran-irak, Malvinas, Desert Shield dan Desert Storm di Irak, serta Perang Afghanistan. Bahkan Jepang menggunakan helikopter ini untuk mendinginkan Reaktor Nuklir Fukusima yang rusak akibat gempa 9.0 SR tahun 2011 lalu.

    Inggris yang telah memiliki 46 helikopter CH-47 Chinook, terus melakukan pembelian. Bulan Agustus 2011, Inggris kembali membeli 14 helikopter CH-47 Chinook dari Boeing AS dengan nilai pembelian 1 Miliar Poundsterling atau Rp 14 triliun. Dengan demikian Inggris menjadi negara terbesar yang memiliki armada heli Chinook di Eropa, sebanyak 60 unit. Heli Chinook pesanan terbaru Inggris akan mulai diterima RAF pada 2013 untuk uji terbang. Paket pembelian dengan Boeing ini meliputi biaya pengembangan, produksi, dan dukungan teknis untuk lima tahun pertama.

    Pabrik pembuat CH-47 Chinook, Boeing, menjadi sangat ramah terhadap Indonesia setelah Rusdi Kirana melalui maskapai penerbangan Lion Air membeli 230 pesawat Boeing senilai Rp 195 triliun, yang dikirim bertahap 2017-2025. Saking besarnya transaksi Indonesia dengan Boeing, pembelian 230 pesawat Boeing itu disaksikan langsung Presiden AS Barrack Obama.

    Kehadiran helikopter Chinook di Indonesia akan meningkatkan wibawa TNI. Dengan kehadiran Chinook, Insinyur-Insinyur PT DI bisa berkenalan dengan helikopter tandem rotor. Masak, mau mengutak-atik heli satu rotor melulu. Sudah waktunya naik kelas mempelajari tandem rotor heavy-lift helicopter. Good Luck. 



    Sumber : Jkgr
  • "Komisi I tertarik dan mengusulkan pesawat angkut jenis Chinook," ujar anggota Komisi I DPR Muhammad Najib pada Jurnalparlemen.com di Jakarta, Minggu (17/6).
    Helikopter Chinook
    Kementerian Pertahanan diharapkan mempertimbangkan bahkan mengkaji pengadaan alat angkut bagi TNI mengingat pesawat yang ada saat ini seperti Hercules sudah tua sehingga perlu peremajaan bahkan bila perlu pembelian baru.

    Menurut dia, helikopter jenis Chinook memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya, punya kapasitas angkut yang besar, baik untuk personil maupun logistik selain sewaktu-waktu bisa digunakan sebagai pesawat penyerang.

    "Kami melihat kebutuhan utama untuk TNI saat ini memang pesawat angkut. Sebab, yang dimiliki TNI sekarang ini jumlahnya terbatas dan sudah tua," ujarnya. Mengingat Indonesia rawan bencana alam, terutama gempa bumi, lanjut M Najib, helikopter canggih semacam yang mampu mengangkut peralatan berat ke daerah terisolir sangat dibutuhkan.

    Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke AS, rombongan Komisi I dipimpin ketuanya Mahfudz Siddiq sempat bertemu produsen Helikopter Chinook. "Mereka memberi lampu hijau bagi Indonesia. Tapi, dalam pengadaan peralatan militer dari AS memang tidak mudah," tutur M Najib.

    Sumber: Jurnal Parlemen

  • Helikopter Bell 412 TNI AL (photo : Kaskus Militer)

    Tiga Heli Bell Perkuat Puspenerbal

    SIDOARJO, KOMPAS.com - Tiga helikopter jenis Bell-412 EP memperkuat jajaran Pusat Penerbangan Angkatan Laut, Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/6/2012). Helikopter ini akan difungsikan sebagai angkutan taktis dan dukungan logistik cepat.

    "Helikopter ini akan memperkuat Skuadron 400 Wing Udara 1 dan Wing Udara 2," kata Komandan Puspenerbal, Laksamana Utama TNI Sugianto. Tiga helikopter tersebut diproduksi oleh Textron Kanada dan disempurnakan oleh PT Dirgantara.
    Ketiga helikopter ini, kata Sugianto, memiliki kelebihan, yaitu antara lain sistem pilot otomatis. "Fitur ini penting karena terbang di atas laut lebih sulit," kata Sugianto.


    Baca Juga :

    Lanudal Juanda Tambah Tiga Heli
    12 Juni 2012

    SURYA Online, SURABAYA - Tiga Helikopter Bell 412 akan memperkuat jajaran TNI AL. Helikopter ditempatkan di Skuadron 400 Puspenerbal Juanda. "Tiga unit Helikopter ini akan datang besok siang di Shelter Suadron 400," jelas Kasi Renbang Puspenerbal Mayor Martin Daw, Senin (11/6/2012).

    Menurutnya, helikopter itu merupakan helikopter pengangkut untuk pendaratan pasukan. Helikopter ini memiliki kemampuan angkut 10-15 personel serta mampu mengangkut beban sekitar tiga ton.

    Meski berfungsi sebagai helikopter angkut militer, alutsista ini dapat dipersenjatai dengan senapan mesin untuk mendukung kegiatan operasi militer.

    Helikopter ini juga merupakan helikopter generasi terakhir yang masuk jajaran Skuadron 400 Puspenerbal. Masuknya capung besi Bell 412 ini melengkapi jajaran pesawat udara di Puspenerbal menjadi 62 unit.

    (Surya)